Fakta Kecerdasan hewan

Sebagaimana yang kita tahu, manusia adalah salah satu makhluk yang paling sempurna. Manusia dibekali dengan akal serta pikiran yang hidup dan maju sehingga manusia dapat mengelola bumi ini. Karenanya tak salah bila kemudian mengatakan bahwa manusia adalah makhluk tercerdas dan terpintar di bumi. Namun bicara mengenai kecerdasan, rupanya tak hanya manusia saja yang dibekali kecerdasan. Pasalnya, binatang juga dibekali dengan kecerdasan oleh Sang Pencipta.

Meski hanya bersifat naluriah, namun kecerdasan-kecerdasan binatang ini adalah sesuatu yang amat luar biasa. Tak hanya berlaku di dunia satwa, kecerdasan mereka juga telah memberi kontribusi penting bagi kehidupan manusia. Berdasarkan sebuah penelitian independen, tercatat ada beberapa fakta mengejutkan tentang kecerdasan hewan. Simak ulasannya berikut ini.

1. Simpanse – Awal Mula Tren Fashion

Sebagai manusia kita memang sering mengaggumi dan meniru style atau gaya fashion seseorang. Namun ada juga dari kita yang sering mengejek orang yang tidak mengikuti tren fashion terbarudalam masyarakat. Tidak perlu heran karena ternyata kita memiliki kecendrungan meniru yang sama dengan simpanse.

(Sumber : listverse.com, uniknya.com)

(Sumber : listverse.com, uniknya.com)

Menurut sebuah penilitian yang diterbitkan dalam Animal COgnition, perilaku meniru simpanse mengarah pada tradisi baru dari kelompoknya. Kasus ini mirip dengan tren fashion baru yang muncul dalam masyarakat kita.

Sebagai contoh, salah satu peneliti berhasil mengamati simpanse betina bernama Julie yang berulang kali membawa potongan rumput dan menempelkannya di salah satu atau kedua telinganya. Seiring waktu, simpanse lain dalam kelompoknya ikut meniru perilaku Julie. Beberapa simpanse terus menempatkan rumput ditelinga mereka bahkan setelah Julie meninggal. Beberapa simpanse (dan manusia) akan selalu melestarikan tradisi mereka bahkan ketika mereka dianggap ketinggalan zaman.

Para peneliti menyimpulkan bahwa perilaku menempatkan rumput di telinga bukanlah perilaku acak antara simpanse. Mereka secara aktif mempelajari perilaku satu sama lain hingga mereka menemukan manfaatnya, bahkan setelah pencetusnya mati.

2. Anjing – Mengingat Aroma Manusia yang Mereka Cintai Daripada Aroma Anjing Lainnya

478286965

(Sumber : listverse.com, uniknya.com)

Aroma parfum dari orang yang kita cintai dapat memicu reaksi emosional langsung dalam diri kita. Bagi anjing, dengan indra penciuman mereka, reaksi itu akan lebih kuat. Seperti yang dipublis dalam jurnal Behavioral Processes, yang meneliti bagaimana anjing menanggapi aroma manusia dan anjing lainnya.

Dari penelitian tersebut menghasilkan bahwa anjing akan menimbulkan respon yang sama antara manusia dan anjing, yang akrab maupun yang asing, pada otak yang mendeteksi bau. Namun di daerah otak yang berhubungan dengan emosi, anjing itu akan merespon aroma lebih kuat pada manusia yang akrab dengannya dibanding hubungan keakraban dengan anjing lainnya. Namun respon baik itu timbul jika manusia/majikannya benar-benar mencintainya. Jika sudah begitu, anjing akan selalu mengingat aroma orang tersebut bahkan ketika mereka telah tiada.

3. Burung  yang Jarang Bernyanyi Memiliki Ingatan Jauh Lebih Baik

Burung kicau yang menguasai banyak lagu bukan berarti burung itu lebih baik dan istimewa, seperti yang kita pikirkan. Dalam dunianya, burung kicau yang jarang bernyanyi justru memiliki kemampuan yang lebih.

Menurut penelitian dari Duke University, burung gereja jantan memiliki keterkaitan antara jumlah lagu yang mereka nyanyikan dan kekuatan mental lainnya- dalam hal ini kekuatan ingatan. Sang pejantan yang hanya menguasai sedikit lagu, cenderung mampu memecahkan teka-teki test penemuan makanan – ditunjukan untuk menarik perhatian sang betina. Ia dapat mengingat dimana makanan itu berada dengan cepat.

Para peneliti percaya bahwa hal ini menunjukan bahwa keterkaitan antara mempelajari lagu dan kemampuan mental lainnya, tersimpan dalam ruang otak mereka. Keduanya dikendalikan oleh area otak yang berbeda. Jika daya otak lebih banyak digunakan untuk mempelajari lagu, maka akan sedikit tersisa untuk kemampuan daya ingatnya.

469036823

(Sumber : listverse.com, uniknya.com)

4. Lalat Buah – Berpikir Sebelum Mereka Bertindak

Siklus hidup seekor lalat buah biasanya kurang dari 60 hari. Tapi tahukah Anda bahwa masa hidup yang singkat itu digunakan lalat untuk mengembangkan berbagai hal kemampuan. Tapi ada satu fakta mengejutkan yang diungkap oleh para peneliti di Oxford University yang menyebutkan bahwa lalat buah akan berfikir dahulu sebelum bertindak. Mereka bahkan mengambil lebih banyak waktu untuk berfikir ketika membuat keputusan sulit, meski masa hidup mereka tak lebih dari 60 hari!

462026141

(Sumber : listverse.com, uniknya.com)

Untuk memulai percobaan, para peneliti melatih lalat buah Drosophila untuk menentukan kosentrasi tertentu dari bau. Kemudian lalat itu disimpan dalam ruang yang sempit. Dan disalah satu ujung ruang ada kosentrasi bau yang harus dihindari dan ada pula kosentrasi yang berbeda dari bau yang sama.

Ketika kosentrasi bau mudah untuk dibedakan, maka lalat buah akan dengan cepat pergi ke ujung yang benar dari ruang tersebut disetiap waktunya. Namun ketika kosentrasi sulit dibedakan, lalat buah akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk memutuskan. Para peneliti menyimpulkan bahwa mereka mengumpulkan informasi sebelum membuat keputusan.

Para peneliti memprediksi bahwa proses pengambilan keputusan lalat buah sama halnya dengan model matematika yang digunakan manusia dan primata. Hal ini menunjukkan bahwa lalat buah memiliki kecerdasan tinggi jauh dari yang kita pikirkan sebelumnya.

5.Gajah Asia – Menghibur Sesamanya Saat Kesulitan

Perilaku menghibur memang jarang diperlihatkan oleh beberapa jenis hewan, karena perilaku itu memerlukan rasa empati. Sampai saat ini, kelompok hewan yang menampilkan perilaku ini hanya kera besar, gagak, dan anjing.  Tapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PeerJ menunjukan bahwa gajah Asia kini masuk dalam kelompok tersebut, karena ternyata mereka juga dapat menunjukan perilaku menghibur pada sesamanya.

Hasil tersebut didapat oleh para peneliti yang telah mengamati sekelompok 26 gajah Asia selama satu tahun di sebuah penangkaran gajah di Thailand. Ketika gajah mengalami kondisi terganggu atau stres oleh keberadaan anjing atau ular didekatnya, maka ia akan mengibaskan telinga, ekor dan mengeluarkan suara gemuruh. Ketika hal itu terjadi, para peneliti mengamati bahwa gajah lain akan langsung menghampirinya untuk menenangkan dan menghiburnya, dengan menggunakan suara ataupun kenyamanan fisik.

Seekor gajah yang sedang menghibur cenderung akan membuat suara, seperti menenangkan bayi manusia dengan suara “shh.” Gajah tersebut juga akan menggunakan belalainya untuk membelai wajah dan memeluk gajah yang tertekan itu. Perilaku menghibur itu juga akan ditiru oleh gajah lain yang berada didekatnya. (**)

78718793

(Sumber : listverse.com, uniknya.com)

6. Serigala – Dapat Belajar & Mengamati Lebih Baik dari Anjing

Serigala memang dikenal sebagai hewan yang cerdas. Mereka dapat mengamati dan belajar satu sama lain jauh lebih baik ketimbang anjing. Fakta itu diperoleh dari para ilmuwan dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE.

(Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Serigala – Dapat Belajar & Mengamati Lebih Baik dari Anjing (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Kelompok ilmuwan mempelajari 14 serigala dan 15 anjing kampung, yang masing-masing berusia sekitar enam bulan. Selama pengujian, hewan-hewan tersebut dihadapkan dengan anjing yang terlatih membuka kotak kayu dengan menggunakan mulut atau kaki untuk mendapatkan makanan. Setelah mengamati perilaku anjing terlatih tersebut, hampir semua serigala mampu menirukannya, membuka kotak untuk mendapatkan makanan. Para ilmuwan mengulangi percobaan tersebut sembilan bulan kemudian untuk melihat apakah usia menjadi faktor, dan hasilnya ternyata tidak.

Selanjutnya, para peneliti menguji apakah serigala dapat memecahkan masalah lebih baik daripada anjing. Setiap hewan mencoba untuk membuka kotak tanpa melihat perilaku anjing terlatih. Dan hasilnya sebagian besar serigala tidak bisa melakukannya.

Dengan hasil tersebut para ilmuwan percaya bahwa serigala melakukan lebih banyak pengamatan, sehingga mereka dapat meniru satu sama lain dengan mudah daripada anjing lainnya. Ilmuwan menduga bahwa ini merupakan perilaku serigala yang membentuk dasar pemahan sosial antara anjing dan manusia.

7. Tikus – Memiliki Respon & Daya Ingat yang Baik Seperti Manusia

Para peneliti di Sekolah Internasional untuk Studi Lanjutan terkejut saat menemukan sistem memori yang dimiliki tikus. Mereka menemukan bahwa tikus memiliki memori jangka-pendek dan memori akses-acak untuk menyimpan informasi. Memori atau daya ingat ini juga dimiliki oleh manusia dan gagak. Pada manusia, cara kerja daya ingat banyak digunakan untuk menyimpan dan memproses informasi, seperti saat bermain game, memecahkan masalah matematika, dan mengikuti percakapan.

Para peneliti juga menemukan bahwa tikus dapat merespon sentuhan dengan menggunakan kumisnya, seperti halnya manusia yang merespon sentuhan menggunakan ujung jari mereka. Lalu, daya ingat tikus akan bekerja untuk mengenali dan memutuskan bagaimana menanggapi rangsangan tersebut.

Meski para peneliti belum mengetahui dimana letak daerah otak tikus yang bertanggung jawab atas daya ingat, namun mereka menduga bahwa cara kerja ingatan pada otak tikus lebih sederhana daripada otak manusia.

Tikus - Memiliki Respon & Daya Ingat yang Baik Seperti Manusia (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Tikus – Memiliki Respon & Daya Ingat yang Baik Seperti Manusia (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

8. Lemur yang Hidup dalam Kelompok Besar, Memiliki IQ Tinggi & Pandai Mencuri Makanan

Interaksi sosial adalah kemampuan yang berharga bagi berbagai spesies hewan, khususnya primata. Sebuah studi baru pada jurnal PLOS ONE, mendemonstrasikan bahwa seekor lemur yang hidup di sebuah kelompok besar cenderung memiliki IQ sosial yang lebih tinggi. Tak hanya itu, seekor lemur yang hidup di sebuah kelompok besar juga lebih berani dan pandai mencuri makanan dari manusia atau hewan lainnya.

Lemur yang Hidup dalam Kelompok Besar (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Lemur yang Hidup dalam Kelompok Besar (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Studi ini melibatkan 6 spesies lemur yang berbeda. Para peneliti dari Duke University ingin melihat apakah ukuran dari sebuah kelompok spesies lemur mempengaruhi mereka untuk lebih sering atau lebih jarang mencuri makanan pada saat sedang diamati. Dan hasilnya, lemur dari kelompok besar lebih sering mencuri makanan dibanding mereka yang hidup dalam kelompok kecil.

Tim peneliti juga menemukan bahwa spesies lemur yang cenderung membentuk kelompok sosial besar, seperti lemur ekor panjang, terlihat lebih peka terhadap tanda-tanda sosial.

Semua jenis lemur memiliki ukuran otak yang sama. Jadi ini menunjukan bahwa kecerdasan sosial yang kompleks pada primata, termasuk manusia, akan berevolusi dalam kelompok sosial yang besar, dan bukan dari pengaruh ukuran otak.

 

9 Gurita Kelapa – Punya Cara yang Cerdas Untuk Melindungi Diri 

Gurita kelapa dianggap sebagai salah satu makhluk laut yang cerdas. Hewan bertentakel ini punya cara yang menakjubkan untuk melindungi dirinya, yaitu dengan menggunakan tempurung kelapa. Tentu ini temuan yang sangat menarik. Pasalnya, sang gurita memanfaatkan batok kelapa yang sudah terbelah dua, atau bekas belahan kelapa yang dibuang manusia ke laut dan menggunakannya sebagai perisai pelindung.

Gurita Kelapa - Punya Cara yang Cerdas Untuk Melindungi Diri  (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Gurita Kelapa – Punya Cara yang Cerdas Untuk Melindungi Diri (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Ketika gurita merasa terancam, gurita masuk kedalam tempurung kelapa tersebut dan sembunyi di dalamnya. Beberapa bahkan menggunakan dua tempurung untuk menciptakan tempat penampungan yang lebih luas, dengan sedikit terbuka untuk memantau situasi di sekitar. Terkadang untuk menghindari deteksi predator, gurita ini akan menggelindingkan tubuhnya di dalam tempurung tersebut agar terlihat seperti tempurung kelapa yang terjatuh.

Tempurung kelapa telah memberikan perlindungan yang penting bagi gurita. Karena di dasar laut tidak banyak tempat persembunyian yang bisa ditemukan. Jika mereka bersembunyi di dasar laut tanpa tempurung, pemangsa bisa datang dan merenggut mereka.

Para peneliti berpendapat bahwa makhluk laut ini pada mulanya berlindung pada cangkang kerang kosong berukuran besar, tetapi kemudian ia beralih ke kelapa setelah semakin banyak tempurung yang dibuang manusia, dan kerap terdampar di dasar laut. Dengan tempurung kelapa tersebut, gurita-gurita itu menemukan cara yang lebih baik untuk berlindung. Karena perilaku unikannya tersebut, ia pun dijuluki sebagai The Coconut Octopus, atau gurita kelapa.

 

10. Burung Beo Nias – Burung Pintar Yang Dapat Mengingat Bahasa dengan Baik

Burung beo memang dikenal karena keahliannya yang pintar menirukan suara sekitar, dan bahkan mampu mengingat bahasa manusia dengan baik. Karena kemampuan tersebut, tak heran jika burung beo asal sumatera ini termasuk burung beo yang paling banyak dipelihara.

Burung Beo Nias - Burung Pintar Yang Dapat Mengingat Bahasa dengan Baik (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Burung Beo Nias – Burung Pintar Yang Dapat Mengingat Bahasa dengan Baik (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Ada beberapa macam cara bagaimana melatih burung beo agar bisa memiliki banyak kosa-kata yang bisa ucapkan, atau diocehkan. Misalnya dengan menggunakan suara rekaman, atau mengajaknya bicara kata per kata dengan rutin. Dan tentu hal tersebut akan terasa lebih mudah jika burung beo didapat dari lolohan, atau berusia masih sangat muda, sehingga mudah untuk dijinakan.

Dalam beberapa kasus, burung beo yang sangat jinak akan cepat mengingat dan mengikuti kata-kata yang sudah diajarkan, meski dengan suara yang terpotong atau terbata-bata. Dengan beberapa kali latihan, kata-kata tersebut akan langsung dicerna oleh burung beo. Bahkan tak sedikit para pemilik burung melatihnya untuk mengucapkan kata salam untuk menyambut tamu, seperti hallo apa kabar, selamat pagi, asalamualaikum, dan sejenisnya.

Rasa ingin tahunya yang sangat besar, juga menjadi salah satu sebab mengapa burung ini pandai mengingat bahasa dengan baik. Sama seperti halnya jika anda menggantung burung ini di tempat yang ramai. Maka dengan cepat ia bisa mengikuti suara lingkungan sekitar, seperti suara pedagang yang lewat, klakson kendaraan, atau suara lainnya. (**)

 


PlazaUnik © 2017